Pages

uzy12. Powered by Blogger.

Gumuk pasir parangtritis

Indonesia adalah negara dengan ragam kenampakan topografi yang sangat tinggi. Dari kesepuluh klasifikasi bentuklahan yang ada di dunia semua ada di Indonesia. Bahkan 8 diantaranya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini yang menyebabkan DIY boleh jadi dinobatkan sebagai Provinsi dengan bentuklahan terlengkap di dunia. Mulai dari kenampakan gunung api merapi di sebelah utara, kenampakan pegunungan karst Gunugkidul, beberapa sungai besar, pegunungan lipatan di Imogiri, Serta kenampakan pesisir pantai di sebelah selatan. Salah satu fenomena kepesisiran yang menakjubkan di Indonesia adalah keberadaan Gumuk Pasir di Pesisir selatan Yogyakarta, tepatnya di Parangtritis.
Bagaikan torehan seni oleh alam, ketika memasuki kawasan gumuk pasir di Parangtritis akan terlihat medan pasir dengan ukiran dan gundukan-gundukan pasir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bagaikan tumpukan pasir yang sengaja dibentuk oleh alam, ada yang menyerupai bulan sabit, melintang searah garis pantai bahkan ada yang berbentuk bintang. Bentuk gumuk pasir itu dipengaruhi oleh arah angin, serta penghalang material pembentuk berupa vegetasi.

Gumuk pasir atau sand dunes merupakan kenampakan yang biasanya terbentuk pada daerah arid (kering) atau Gurun. Namun menariknya Indonesia yang beriklim tropis yang notabene beriklim basah memiliki kenampakkan gumuk pasir. Pantai berpasir di sebelah selatan Jogjakarta hingga sebelah Selatan Kebumen adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki bentang alam atau memiliki topografi eolean (topografi asal proses angin) ini. Dari mana asalnya pasir itu sementara Indonesia beriklim basah? Pasir-pasir ini merupakan produk dari aktivitas gunung merapi yang diangkut oleh aliran air sungai yang bermuara di pantai selatan. Kemudian pasir yang sampai di pinggir laut langsung dihempaskan oleh kuatnya gelombang di laut selatan. Inilah mengapa di pantai selatan jawa tidak berkembang delta seperti pantai di Kalimantan.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, penyebab utama terbentuknya gumuk pasir adalah tenaga angin. Diawali oleh proses akumulasi pasir yang dibawa oleh aliran angin ke area kepesisiran. Akumulasi tersebut disebabkan oleh turunnya kecepatan angin karena meningkatnya kekasaran permukaan atau tidak stabilnya aliran udara. Tetapi pembentukan gumuk pasir di pantai laut selatan tidak bisa terlepas  dari proses air laut. Materi pasir hitam dari berbagai aliran sungai yang berhulu dari gunung Merapi dan bermuara di laut selatan akan mengalami proses penggerusan atau penghalusan dengan adanya gelombang ombak. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangkan oleh angin dengan kecepatan 2 m/s.

Karakteristik dari angin itulah yang kemudian mempengaruhi bentuk dari gumuk pasir yang terbentuk. Bentuk dari gumuk pasir ini memiliki satu nilai keindahan tersendiri. Keindahan bukit ini tidak hanya bentuknya tetapi juga tekstur-tekstur permukaan yang unik akibat hembusan angin. Banyak ragam bentukan indah ini bisa dinimati di Pantai Selatan Jogja hingga pantai selatan di sebelah baratnya. Ketika angin berhembus cukup kuat pada daerah yang terbuka maka akan membentuk Sand dunes dengan bentuk barchans (Bulan sabit). Ketika angin berhembus dari berbagai arah dan melemah di satu titik tempat derdeposisinya material pasir akan membentuk sand dunes jenis bintang. juga bentuk lain yang merupakan fungsi dari karakteristik angin dan daerah sekitar gumuk pasir.
Gumuk pasir di sepanjang laut selatan adalah fenomena alam yang sangat langka. Bahkan gumuk pasir dengan karakteristik yang sama hanya dijumpai di meksiko. Sebaran gumuk pasir pantai selatan ini memanjang dari muara sungai opak hingga parangtritis. Jarak terdekat gumuk pasir dari pantai sekitar 200 meter dan terjauh 1,8 kilometer.
Sebagai fenomena yang langka Gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Ada 3 tempat dengan cadangan air yang melimpah yaitu, daerah di antara  2 gunung api muda, Daerah berbatuan gamping dan daerah pesisir pantai. Daerah berpasir seperti ini memiliki kemampuan meloloskan air yang tinggi sehingga memberikan cadangan air bagi masyarakat pesisir pantai selatan. Selain itu keberadaan sand dunes (gumuk pasir) dapat meredam hantaman gelombang tsunami, satu kerentanan bencana di pesisir selatan jawa. Sehingga dengan keberadaan gumuk pasir resiko bencana tsunami dapat berkurang.
Tapi sayang, pembentukan gumuk pasir itu kini menjadi tidak sempurna. Maraknya kegiatan penambangan pasir di sejumlah aliran sungai, diantaranya penambangan pasir di aliran sungai opak dan penambangan pasir di sungai penyuplai material tertinggi yakni sungai progo. menyebabkan suplai materi pembentuk gumuk pasir berkurang.
Selain itu pembentukan gumuk pasir juga terganggu oleh pemukiman yang makin tumbuh subur  di wilayah sekitar. Berdasarkan data, dulu gumuk pasir berbentuk bintang, sejajar dengan pantai atau bentuk sabit mudah dijumpai. Sekarang bentuk itu memang masih ada, tapi tidak ideal. Kalaupun ada yang ideal sebagian sudah rusak. Hanya disekitar wilayah manasik haji saja yang proses pembentukkanya masih ideal.
Masyarakat memang tidak sepenuhnya salah. Mereka tahu bahwa gumuk pasir itu adalah kekayaan alam. Hanya saja masyarakat belum bisa menggali secara arif manfaat dari keberadaan gumuk pasir ini. Gumuk pasir merupakan satu dari sekian banyak anugerah bagi masyarakat Indonesia. Sudah seharusnya kita menjaga agar keberadaannya tetap lestari. Bukan gumuk pasir saja melainkan juga setiap titik di lingkungan kita, karena kita hidup di alam. Alam akan memberikan apa yang kita berikan pada alam. Ketika kita melestarikan alam maka alam akan memberikan kehidupan yang baik bagi kita.

History perumusan pancasila


Sejarah perumusan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaan di kemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso (國昭 小磯 atau 国昭 小磯) pada tanggal 7 September 1944. Lalu, pemerintah Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 1 Maret 1945 (2605, tahun Showa 20) yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka.

Organisasi yang beranggotakan 74 orang (67 orang Indonesia, 7 orang Jepang) ini mengadakan sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama tiga hari itu tiga orang, yaitu, Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno, menyumbangkan pemikiran mereka bagi dasar negara Indonesia.

Dalam pidato singkatnya hari pertama, Muhammad Yamin mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Soepomo pada hari kedua juga mengusulkan 5 asas, yaitu persatuan, kekeluargaan, mufakat dan demokrasi, musyawarah, dan keadilan sosial. Pada hari ketiga, Soekarno mengusulkan juga 5 asas. Kelima asas itu, kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa, yang pada akhir pidatonya Soekarno menambahkan bahwa kelima asas tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang disebut dengan Pancasila, diterima dengan baik oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah upacara proklamasi kemerdekaan, datang berberapa utusan dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Berberapa utusan tersebut adalah sebagai berikut:

Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
Tadjoedin Noor dan Ir. Pangeran Noor, wakil dari Kalimantan
I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
Latu Harhary, wakil dari Maluku.
Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan pendapat tentang bagian kalimat dalam rancangan Pembukaan UUD yang juga merupakan sila pertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

Pada Sidang PPKI I, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta lalu mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila pun ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

Sejarah desa padomasan-jombang-jember

sudah lama sekali... berapa tahun ya? ah g juga tiap ada waktu luang aku selalu kesana, yach disana ada nama sebuah desa yang menjadi tempat kelahiranku, desa Padomasan, desa yang terletak di kecamatan Jombang Kabupaten Jember,desa yang terletak di perbatasan dengan kabupaten lumajang ini, merupakan desa yang bisa disebut pinggiran, bagitu bangganya diriku waktu kecil jika menyebut nama desaku dan apa yang terjadi setelah sekian lama ditinggal oleh para generasi muda untuk pergi ke daerah perauntauan untuk mencari sebongkah berlian atau berburu dollar,he... tapi tahukah kalian jika nama desaku adalah nama yang terinspirasi dari sebuah dongeng yang melegenda di daerah tersebut.
pada zaman dahulu ada sebuah desa yang tak bernama  terdapat dua perempuan kembar  yang cantik dan oleh masyarakatnya di panggil "Putri Domas", putri seorang petani kaya yang bernama pak Krajan di desa tersebut   memiliki paras yang cantik, sopan santun, pemurah, juga memiliiki pemikiran yang cerdas pada saat itu, karena ayah mereka menyekolahkan mereka di sekolah Impres ( sebutan untuk nama sekolah Dasar). putri domas selalu melakukan kegiatannya sosialnya di bawah pohon beringin, disitulah dua gadis ayu tersebut mengajak masyarakat desa untuk belajar membuat kerajinan Tenong dan menjahit, tak heran jika di wilayah tertentu yang banyak tumbuh pohon beringin, merupakan tempat favorit putri domas.
Suatu ketika desa tersebut diusik oleh bangsa-bangsa penjajah yang mengakibatkan desa tersebut menjadi tidak nyaman bagi penduduk desa begitu juga para "putri Domas", banyak warga yang menjadi korban perbudakan para penjajah, dan klimaksnya putri domas mulai bertindak untuk membuat strategi dengan warga desa untuk mengusir para penjajah, dengan menyiapkan berbagai macam peralatan perang tradisional, seperti bambu runcing yang dilumuri racun ular, membuat parang clurit , panag juga tombak yang banyak dilumui bulu ulat gatal, dan masih banyak lagi, putri domas mengomando para warga untuk menyerang para penjajah pada malam hari, dimana mereka sedang beristirahat,dan terjadilah pertempuran di desa tersebut untuk pertamakalinya, dan sebagai komando dua putri berparas ayu itupun ikut berperang. perjuangan putri domas tidak sia-sia, mereka dan penduduk desa  mengalahkan para penjajah tersebut walaupun nyawa dua putri tersebut melayang, tak heran jika nama putri domas diabadikan sebagai nama sebuah desa di daerah tersebut dengan nama " Padomasan", desa tersebut memiliki 3 dusun yaitu Dusun Krajan ( diambil dari nama ayah putri domas), dusun Wringinsari ( wringin = beringin, adalah nama tempat favorit putri domas), dusun Jajang ( dari kata Jajah ato penjajah ).
nah!!! jadi itulah sejarah nama Desa Padomasan,

Sejarah kota lumajang


Kabupaten Lumajang terletak 112’53’-113’23’BT 7’54’-8’53’LS. Nama Lumajang berasal dari pengumpulan data-data tertulis yaitu Prasasti Mula Malurung,Naskah Negara Kertagama,Kitab pararaton,Kitab pujangga manik,Serat Babat Tanah Jawi dan Serat kanda. Prasati mulamalurung sendiri ditemukan di kediri pada tahun 1975 yang berangka tahun 1177 saka atau 1255 Masehi prasati ini berupa lempengan tembaga yang terdiri dari 12 lempeng,pada lempeng ke-VII halaman 1-3 menyebutkan “Sira Nararyya Sminingrat,Pinralista Juru Lamajang” Yang artinya “bahwa Beliau Nararyya Seminingrat yang di perkirakan Winu Wardhana (Raja Singosari)ditetapkan sebagai juru Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di negara Lumajang.Prasasti ini juga menyebutkan bahwa pada tahun 1255 paduka Sri maha raja seminingrat(wisnu wardhana) menobatkan putranya Nararyya Kirana untuk memimpin Lumajang. Berdasarkan etimologi rakyat LUMAH Artinya RUMAH dan JANG dari kata YANG(hyang) artinya DEWA,jadi RUMAH DEWA yang disucikan selain itu nama lumajang di kaitkan dengan sejenis nama tanaman yang tumbuh di wilayah ini.
Pada tahun 1295 Arya wiraraja mendapatkan bagian sebelah Timur dengan lumajang sebagai ibukotanya dan beliau menetap di lumajang( Anonim Babat Negara Krtagama ). Dalam Membangun ibukota kerajaan yang baru ini arya wiraraja sebagai seorang negarawan yang berpengalaman telah mempersiapkan letak ibukota dengan baik,pertama yang dipilih adalah daerah yang dilindungi benteng dari alam yaitu dikelilingi Sungai( sungai Bondoyudo,ploso,dan winong ) dan supaya lebih lengkap di buat juga sungai buatan yaitu sungai Cangkring. Demikian juga pertahanan benteng ibukota di bangun dengan batu bata sepanjang 10km ketebalan 6m dan tinggi 8m,Hal ini dapat kita lihat di DUSUN BITING sekarang. Disamping itu arya wiraraja mempersiapkan daerah-daerah penyangga ibukota seperti gerbang pertahanan pajarakan di Randuagung dan daerah basis pertanian disebelah selatan yang subur dan meliputi daerah-daerah yang sekarang di wilayah kecamatan sukodono,kecamatan lumajang,dan kecamatan padang .
Pada tahun 1316 M Arya Wiraraja meninggal dan Patih Nambi pulang ke Lumajang.Ia difitnah oleh Mahapatih akan memberontak pada Majapahit,Raja Jaya Negara berangkat ke Lumajang dan Merebut benteng Pajarakan, Patih Nambi beserta sanak saudaranya mati terbunuh. Para pembesar Majapahit yang menjadi korban perang Lamajang adalah:Pamandana,Mahisa pawagal,panji amenggah,panji samar,panji wiranagari,jaran bangkul,jangkung,Teguh,sami,lasem dan Emban yang semuanya Pagadean(pengikut)dari Raden Wijaya,perang besar ini kemudian disebut perang Lamajang(Anonim Babat Negara Kertagama).

Setelah perang Lamajang tahun 1316M ini kerajaan Lamajang mulai dibawah kekuasaan Majapahit dan diperkirakan Raja-raja Majapahit Menempatkan Keluarga dan keturunanya Untuk memperistri keluarga dan keturunan Arya Wiraraja sehingga dapat meredakan daerrah yang menjadi sumber pemberontakan.Dalam Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca Kota Lumajang banyak disinggung perjalanan keliling raja Hayam Wuruk pada tahun 1360M untuk melakukan upacara menghormati leluhurnya.Pada masa Majapahit akhir,Majapahit kemudian terbagi 2 yaitu Majapahit barat dan Majapahit Timur yang kemudin menimbulkan perang Paregreg(1404-1428).Pada masa ini Lumajang juga memerankan peranannya yang penting sebagai pusat Majapahit Timur dan pemberontakan Bhre Wirabhumi seorang putra Hayam Wuruk dari selir(anonim1957).Setelah Majapahit Runtuh Oleh Demak pada tahun 1500-an Lumajang memainkan perananya sebagai Kerajaan yang tidak tunduk pada pemerintahan Demak dan Mataram.Baru pada tahun 1625-an dimana serangan ketiga kalinya Sultan Agung dari Mataram bisa menundukkan Benteng Kertorenon dan membakar Kotanya Sehingga Benteng Itu disebut KUTORENON(asal kata madura dari ketonon yang artinya Terbakar.

Hari Bumi 2014

Hari Bumi (Earth Day) 2014 akan segera diperingati pada 22 April ini. Jutaan orang dari ratusan negara di dunia memperingati Hari Bumi sebagai salah satu bentuk dan kampanye global untuk peduli pada lingkungan hidup. Pada peringatannya di tahun 2014 ini, Earth Day Network’s sebagai organisasi nirlaba yang mengoordinasi pelaksanaan Hari Bumi menetapkan tema global : Green Cities.
Hari Bumi atau dikenal sebagai Earth Day adalah salah satu gerakan global yang mendunia. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup.
Sejarah peringatan Hari Bumi diawali oleh Gaylord Nelson pada tahun 1969. Senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup ini memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas. Hingga peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. (Sejarah selengkapnya baca : Sejarah Hari Bumi)

Green Cities, Tema Hari Bumi 2014

Logo Hari Bumi 2014
Logo Hari Bumi (Earth Day) 2014
Setiap tahunnya, Hari Bumi memfokuskan pada masalah-masalah lingkungan yang unik. Dan pada pelaksanaannya di tahun 2014 ini tema sentral yang diangkat adalah Green Cities atau Kota Hijau.
Dari tahun ke tahun pembangunan kota semakin pesat. Tingkat urbanisasi pun meningkat dengan tajam. Penduduk dunia semakin banyak yang bermigrasi ke kota-kota. Perkembangan dan pembangunan kota menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Sehingga sering kali kota menjadi wilayah yang tidak nyaman bagi manusia, kesehatan, dan lingkungan hidup.
Dibutuhkan perubahan nyata untuk membuat kota masa depan yang berkelanjutan dan ramah bagi manusia. Untuk itulah dibutuhkan “Kota Hijau” atau “Green Cities“. Apa itu kota hijau? kota hijau merupakan kota yang memiliki sumber energi, transportasi, dan infrastruktur bangunan yang ramah lingkungan.
80 persen sumber energi di dunia saat ini masih mengandalkan bahan bakar fosil. Bahan bakar ini menghasilkan gas rumah kaca ke udara dan berkontribusi terhadap perubahan iklim. Sumber energi dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil sudah saatnya ditinggalkan. Berganti kepada sumber energi terbarukan yang lebih bersih dan efisien. Sumber energi terbarukan diantaranya adalah sinar matahari dan angin.
Sebuah kota hijau harus memiliki infrastruktur dan bangunan yang ramah lingkungan. Bangunan menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Hal ini terjadi karena penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan dan penggunaan energi dan air yang tidak efisien. Perlu langkah bijak untuk hemat energi danhemat air, mengurangi limbah dan polusi, beralih menggunakan sumber energi terbarukan, dan menggunakan bahan-bahan bangunan yang berkelanjutan.
Transportasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Seiring dengan perkembangannya permasalahan lingkungan yang diakibatkan pun semakin menjadi.Pencemaran udara akibat emisi buang dan berbagai masalah lingkungan lainnya. Untuk menjadi sebuah kota hijau, transportasi massal yang nyaman dan mudah diakses menjadi keniscayaan. Di samping itu diperlukan penggunaan bahan bakar yang efisien dan rendah emisi. Dan yang terakhir, kota hijau hendaknya memberikan akses kemudahan bagi kendaraan-kendaran tidak bermesin (semisal sepeda) dan pejalan kaki.
Hari Bumi 2014 mencoba memberikan pilihan kepada kita, bergabung untuk menciptakanGreen Cities di masa mendatang atau terlarut dengan pesatnya perkembangan kota yang semakin suram bagi perkembangan manusia? Pilihan ada di tangan sobat!

Hari Kartini

Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat.
Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Kartini & Suami
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang
Kartini2
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

bintang jatuh pada kursor

Cara membuat bintang jatuh pada kursor blog, caranya cukup mudah tinggal copas ja dan ni di bawah kodenya yang berwarna merah

bintang jatuh kursor
<script src="http://kikiefendiclock.googlecode.com/files/www.kikiyo.co.cc.cursor-bintang-merah.js" type="text/javascript"></script>

selamat mencoba!!!!!